Inilah “senjata” andalan TELKOMSEL untuk Menyunat Bandwidth Flash

30 Sep 2009

Seperti yang dilansir oleh Detikinet kemarin (29/09) mengenai Telkomsel Diancam Dilaporkan ke Polisi oleh Indonesia Telecommunication Users Group (IdTUG) karena ‘menyunat’ Kuota Bandwidth Flash.

Setelah saya bolak-balik file kontrak berlangganan telkomsel flash, ternyata ada beberapa pasal yang menjadi senjata telkomsel untuk memberlakukan kuota fair usage Paket Telkomsel Flash, diantaranya :

Pasal 10 (Ketentuan Umum/General provisions)

Setiap saat selama perjanjian ini, TELKOMSEL berhak meninjau ulang layanan TELKOMSELFlash beserta tarif-tarif dan layanan lainnya yang berlaku;
At any time during the period of this Agreement, TELKOMSEL shall have the right to review the TELKOMSELFlash tariff and services;

Pasal 5 (Ketentuan Khusus/Specific Provisions)

Setiap saat selama berlakunya perjanjian ini, TELKOMSEL berhak untuk mengubah syarat dan ketentuan fair usage;
At any time during the contract, TELKOMSEL reserves its right to change the terms and conditions of this Fair Usage Policy;

Selain itu telkomsel pun berdalih mengenai kebijakan pemangkasan bandwidth demi layanan serta bagian dari upaya meningkatkan layanan mobile broadband kepada pelanggan.

“Kami hanya ingin masyarakat tahu bahwa kami benar-benar berupaya menghadirkan layanan broadband yang berkualitas, dan bukan menyediakan layanan yang seadanya”.

Disini saya kira suatu pernyataan yang sangat keliru dan mengada-ada. Justru dengan pemberlakuan quota fair usage yang sekarang inilah yang membuat pelanggan merasa mendapatkan layanan yang seadanya.

Telkomsel, telah mempertimbangkan seluruh aspek untuk mengeluarkan kebijakan itu. “Sebanyak 67 persen pelanggan rata-rata menggunakan data 500 MB perbulan.

Jelas ini sudah dipertimbangkan karena telkomsel sudah memiliki ’senjata’ ampuh untuk memberlakuan quota fair usage ini yaitu 2 pasal diatas. Mengenai rata-rata penggunaan 500 MB perbulan ini perlu pembuktian yang kongkrit.

Disamping itu penggunaan internet sangat bermacem-macem seperti untuk browsing, download, game online dsb. Bisa dibayangkan kalau rata-rata 500 mb itu bisa apa saja. Download beberapa file mp3 saja sudah dipastikan tembus 500 mb.

Jadi apakah hasil penelitian 67% penggunaan itu hanya 500 mb perbulan sudah valid ?


TAGS


-

Author

Follow Me