Golput Atau Tidak Ya?

6 Apr 2009

Ketika orang-orang sudah jenuh untuk berpolitik, maka saatnya kita harus bisa membuat kejenuhan itu menjadi sesuatu yang bisa membuat lebih menantang sehingga selalu timbul hal-hal yang baru.

Fenomena Golongan Putih (Golput) yang terjadi sekarang ini, bisa dipastikan penyebab utamanya adalah kejenuhan orang melihat situasi yang terjadi saat ini dalam hal perbaikan ekonomi, pendidikan, kesejahteraan sampai pada tingkat korupsi yang tidak kunjung selesai dalam pemecahannya.

Begitu banyak partai politik yang menjanjikan perubahan-perubahan demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Orang-orang berlomba-lomba untuk mendaftarkan diri untuk menjadi calon legislatif (Caleg) dengan memanfaatkan situasi yang kekinian baik itu popularitas maupun jaringan. Setiap mereka berteriak akan membuat perbaikan di segala sektor.

Penilaian beberapa partai politik yang hadir di panggung pemilihan di negara kita dianggap sesuatu yang tidak masuk akal lagi untuk membawa negara ini menjadi lebih baik.

Kalau melihat perbandingan antara negara maju dan negara berkembang jika ditinjau dari sisi partai politiknya, negara maju akan lebih sedikit partai politiknya (Parpol), negara maju akan lebih sedikit parpolnya dibanding dengan negara berkembang, karena apabila negara semakin maju reduksi jumlah parpol yang ikut dalam percaturan politik pun akan semakin bertambah, hal ini merupakan fenomena yang terjadi apabila para pemilih sudah mulai cerdas dan akan mengerucutkan pilihannya pada parpol tertentu.

Sangat begitu banyak permasalahan yang dialami bangsa ini, dalam hal ini prilaku orang untuk golput pun akan semakin meningkat dan ini bisa saja wajar bisa juga tidak, namun jika pada posisi golput, pilihan ini juga bukan merupakan solusi untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik.

Karena kecenderungan golput biasanya ingin memposisikan tidak mau disalahkan jika terjadi apa-apa apabila berkontribusi dalam salah satu parpol. Memang menjadi komentator jauh lebih enak dibanding dengan menjadi pelaku, menjadi penonton lebih enak daripada menjadi pemain. Karena pada posisi ini lebih aman dan tidak mudah untuk disalahkan jika terjadi kekeliruan ataupun kesalahan. Berbeda dengan pelaku dan pemain, mereka akan terus berjuang bagaimana mengatur permainan sehingga bisa menghasilkan capaian sesuai dengan yang diinginkan.

M Reza Hafez


TAGS


-

Author

Follow Me